Jepang, Impian dan Harapan

Hidup itu adalah pilihan. Orang yang benar-benar hidup adalah mereka yang mempunyai keberanian. Ya keberanian untuk melangkah. Manusia yang tidak mempunyai keberanian bukan manusia yang hidup, melainkan mayat yang berkeliaran. Tak lain hanya sebuah robot yang mengikuti program tanpa ada pikiran untuk bertindak sesuatu dengan pikirannya serta mengabaikan intuisinya.
Keinginan untuk maju terkadang berawal dari rasa ingin tahu mengenai sesuatu hal, terkadang berawal dari ketidak mampuan melakukan sesuatu hal, atau memang karena kita mau menjadi lebih baik. 
Pesimis dan tidak berani melangkah adalah racun dalam hati kita. Orang sukses berani membuang racun-racun ini. Karena obatnya ada dalam mindset kita sendiri. Kesuksesan itu bisa tercapai dengan keberanian dalam hati kita untuk meraihnya. Kesuksesan juga pilihan  sudah jelas jalan sukses dan jalan gagal. Orang sukses selalu mempunyai mind set sukses. “Saya bisa, Saya sukses, saya mampu, saya berani, saya yakin, saya optimis,saya pasti sukses” itulah mind set seorang yang memilih kesuksesan. Berbeda dengan orang yang gagal mind setnya sudah ga enak di dengar” masa saya bisa, masa saya bisa sukses, kayaknya saya ga bisa deh. Kalau mindsetnya sudah kayak gini  berarti anda merencanakan kegagalan. bagaimana bisa sukses kalau kita tidak optimis, tidak yakin. Ingatlah Allah sesuai dengan khusnudzon kita.
Kadang terlintas pemikiran merasa selama ini hanya menjadi beban bagi orang lain, Ketika merasa sangat letih & seolah tidak memiliki harapan, memikirkan apa yang bermanfaat untuk diri kita, bagaimana cara untuk memperoleh semangat yang hilang, belajar banyak hal dari kehidupan orang lain membuat kita semakin bersyukur & dan mengerti bahwa kita bukanlah beban bagi diri sendiri maupun orang lain jika kita mau berusaha untuk tetap berjuang, pada kenyataanya kehidupan orang lain lebih keras dari apa yang kita jalani.
Kita semua tau bahwa “ga ada orang yang ahli dalam segala hal” begitu juga saya dan kamu! Ada dua hal yang menghambat seseorang untuk menuntut ilmu, yaitu kesombongan & malu. Ketika seseorang itu sombong, ia merasa dirinya lebih baik dari yang lain, sedangkan ketika seseorang itu malu maka sikap tersebut hanya akan menghambatnya untuk maju.
Pelajarilah semua yang bermanfa’at bagi dunia dan akhirat, karena ketika kita wafat yang kita bawa sebagai bekal hanya ilmu dan amal sholih. Banyak tau bukan berarti tau banyak, tau banyak juga tidak berarti banyak tau hehe..
Sehingga dengan pengalaman tersebut kita bisa menjadi manusia yang tangguh dan andal. Saya berpikir model pembelajaran ini cocok dengan masalah yang saya hadapi belakangan ini yaitu lemahnya tekad dan kemauan serta kurangnya semangat dan militansi.
Tak ada yang mengalahkan kenginginanku mengunjungi negeri Sakura dengan tujuan menuntut ilmu disana,ya di negeri para Samurai dengan spirit Bushidonya, banyak hal yang ingin ku ketahui serta dipelajari langsung dari negeri tersebut mulai dari kebudayaan, kedisiplinan, serta ingin melihat bunga Sakura bermekaran. belajar secara langsung semangat tak pantang menyerah serta sikap tak pernah mengeluh dari orang jepang, kita tahu bahwa Jepang porak poranda pada tahun 1945 setelah di bom oleh sekutu, serta seringnya gempa bumi yang meluluh lantakan negeri tersebut, saya tahu bahkan anda pasti lebih tahu bagaimana perasaan sedih,di tinggal keluarga, teman yang di cintai. namun mereka tidak membutuhkan waktu lama untuk bangkit, melanjutkan perjuangan bahkan saling membantu sesamanya tanpa mengeluh serta tidak meratapi apa yang mereka timpa
Faktor berikutnya yang mendorong saya untuk mengunjunginya ialah kecintaan dan obsesi saya untuk berpetualang. Dari sekian mimpi-mimpi besar saya, saya punya satu impian sederhana atau tepatnya angan-angan, yaitu menginjakan kaki di setiap tempat, Barangkali berada di antara orang eskimo, puncak gunung Fuji, melihat dunia luar tempat orang lain menjalani kehidupan sehingga saya lebih bersemangat kembali
Jika suatu waktu saya diberi kesempatan, jelas saya akan memanfaatkan kesempatan itu dengan sebaik - baiknya karena kesempatan (peluang) itu harus lebih diutamakan dari minat, potensi dan keinginan. Minat, potensi & keinginan itu bisa ditumbuhkan, tetapi kesempatan itu jarang datang dua kali, maka camkan hal tersebut. Keadaan membuat kita sadar, bagaimana ini? mau jadi apa saya? bagaimana masa depan saya? bisakah saya melewatinya? kitalah yang dapat merubahnya (dengan izin Alloh).

Komentar